Umrah in Ramadhan The Unforgettable Spiritual Journey (part 1)

Ini pengalaman yg sangat berpengaruh kpd diri saya. Alhamdulillah, Segala puji hanya milik Allah SWT atas segala rahmat karunia Nya. Suatu ketika, saya pernah membayangkan dan berharap, bahwa i’ll be there, menjadi salah satu tamu Allah di Masjidil Haram, Ka’bah, Makkah, Madinah, Haramain.

Tak, terasa telah hampir 2 tahun sejak perjalanan pertama kali pada bulan Ramadhan tahun 2009 yg lalu, impian itu terkabul. Alhamdulillah perjalan spiritual yang tak terlupakan. Umrah satu bulan penuh Ramadhan termasuk idul fitri saya habiskan tanah Arab.

Ada beberapa pengalaman dan cerita yg coba saya ingat dan hendak membaginya disini.

Persiapan

Pertama kali mengetahui kabar kepastian ini, saya masih bekerja di Bali, I was excited, tapi juga sedit takut, apakah yakin Irfan? apakah niat mu tulus Irfan? ga murah Irfan? takut apakah idabah umrah ini akan diterima Allah seperti yang saya harapkan.

Kabar datang begitu cepat, orang tua di Medan menyetujui untuk membantu sebagian biaya keberangkatan Umrah, terimakasih alhamdulillah, keberkahan kepada mereka kedua orang tua. Rasanya, seperti mimpi yang sulit untuk digambarkan. 

Kebetulan pada saat ramadhan akan terjadi musim panas ekstrim di Mekkah, sementara di Bali saya bekerja di Gunung yg ‘super’ dingin. Maka untuk meningkatkan ketahanan tubuh, saya mengikuti fitness di Denpasar 2 bulan sebelum keberangkatan. Kemudian mulai rajin ke gramedia membeli buku panduan umrah, ibadah apa saja yg harus dilakukan apa apa keutamaannya dsb.

Karena saya mendaftar paket umrah di Medan, maka harus disiapkan juga tiket dari Denpasar ke Medan transit via Jakarta (cukup melelahkan ya)  

Tips: 
1.Cari tau waktu keberangkatan dan cuaca di Mekkah. 
2.Siapakan fisik 1-2 bulan sebelum keberangkatan (agar ibadah bisa fokus/lancar nantinya)
3.Istirahat yg cukup
4.Rajinlah membaca buku buku panduan umrah

bersambung…

  1. irfani- posted this